Rabu, 18 Juli 2012

9bab4

A. Menganalisis Unsur-Unsur Syair yang Diperdengarkan
B. Menyanyikan Puisi yang Sudah Dimusikalisasi dengan Berpedoman pada Kesesuaian Isi Puisi dan Suasana/ Irama yang Dibangun
C. Meresensi Buku Pengetahuan
4
6Pelajaran
Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Indahnya Sebuah Nasihat
Pada masa lalu, orang menggunakan karya sastra sebagai sarana untuk memberi nasihat. Kamu tentu ingat peribahasa ini, “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Sebuah ungkapan bahasa yang indah untuk mengingatkan bahwa kesenangan itu akan diperoleh setelah bersusah payah. Pada masa kini, karya sastra pun dapat dijadikan sarana untuk memberi nasihat. Banyak karya sastra, termasuk puisi, yang mengandung nasihat. Karena itu, alangkah indahnya jika kamu dapat mengambil hikmah dari karya sastra yang kamu baca.
Salah satu jenis karya sastra yang mengandung nasihat adalah puisi. Puisi, baik lama maupun modern, sarat dengan nilai yang dapat diambil hikmahnya.
Pada pembelajaran ini kamu akan mempelajari keduanya, mendengarkan pembacaan syair untuk menganalisis unsur-unsurnya dan menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi. Tentu sangat menyenangkan, bukan? Apalagi jika kamu di samping menyukai sastra juga menyukai musik, kamu dapat menyalurkan bakatmu dengan menggabungkan musik dan puisi dalam musikalisasi puisi.
Pada bagian ini kamu juga akan belajar meresensi buku pengetahuan. Dengan kemampuan meresensi buku, kalian akan dapat memberi timbangan buku yang dapat dimuat di majalah atau surat kabar. Ketekunan dan kesungguhan dalam berlatih akan menjadi kunci kesuksesanmu. Selamat belajar!
4
67 Indahnya Sebuah Nasihat 4
A. Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan
Tentu kamu pernah mengenal syair, tetapi apakah kamu pernah mendengarkan bagaimana pembacaan syair. Sebagai salah satu bentuk puisi lama, pembacaan syair jarang dilakukan. Nah, dalam pembelajaran ini kamu akan mendengarkan pembacaan syair dan menganalis unsur-unsurnya. Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) menemukan unsur-unsur syair dan (2) mendengarkan syair untuk menemukan unsur-unsurnya.
1. Menemukan Unsur-unsur Syair
Pada pembelajaran Unit 3 kamu telah berlatih menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan. Untuk menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan, kamu harus mendengarkan pembacaan syair itu dengan cermat. Kamu harus memahami kata demi kata, baris demi baris, dan bait demi bait dari syair yang kamu dengarkan agar dapat memahami isi syair. Dari pemahaman terhadap isi syair itulah kamu dapat menyimpulkan tema dan pesan syair.
Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan. Unsur syair itu meliputi unsur bentuk dan unsur isi. Unsur bentuk syair meliputi bentuk fisik syair (jumlah suku kata tiap baris, jumlah baris tiap bait, persajakan, hubungan antarbaris dalam satu bait) dan isi syair meliputi apa yang dikandung dalam unsur bentuk (yaitu tema dan pesan).
Kamu pasti pernah juga mendengar istilah syair. Syair berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata sya’ara yang berarti menembang (bertembang); bersyair berarti mengarang syair. Oleh karena syair berasal dari bahasa Arab, tidak mengherankan apabila banyak kata-kata Arab yang masuk ke dalam syair yang sudah ada di Indonesia. Selain itu, tidak mengherankan pula apabila isi syair banyak bersinggungan dengan masalah keagamaan, khususnya Agama Islam.
Barangkali kamu pernah mendengarkan M.H. Ainun Najib bersyair (Jw.: syiiran) dengan Kiai Kangjeng, di antaranya yang berbunyi sebagai berikut.
TOMBO ATI
Allohumma shalli wa salim 'ala,
Sayyidina wa maulana muhammadin,
'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan,
Daimatan bi dawami mughiladhi.
Tombo ati iku lima ing wernane,
Kaping pisan maca Qur'an lan maknane,
Kaping pindho dzikir wengi ingkang suwe,
Kaping telu weteng ira ingkang luwe.
Kaping pate solat wengi lakonana,
Kaping lima wong kang sholeh kumpulana,
Salah sawijine sapa bisa ngelakoni,
Insya Alloh Gusti Pangeran ngijabahi.
68 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Terjemahan syair berbahasa Jawa tersebut sebagai berikut.
Berdasarkan syair yang dilantunkan oleh Kiai Kanjeng seperti yang diperdengarkan tadi, selanjutnya tentukan bentuk fisik syair secara berkelompok! Hasilnya tuliskan pada tabel berikut!
Tabel Hasil Pengamatan terhadap Bentuk Fisik Syair
No.
Aspek yang Diamati
Hasil Pengamatan
1.
Jumlah baris setiap bait
2.
Jumlah suku kata setiap baris
3.
Persajakan
4.
Hubungan antarbaris dalam satu bait
2. Mendengarkan Syair untuk Menganalisis Unsur-Unsurnya
Pujangga zaman dahulu banyak menghasilkan syair. Pujangga itu di antaranya Tulis Sutan Sati, Hamzah Fansuri, dan sebagainya. Berikut ini gurumu akan membacakan cuplikan syair yang ditulis oleh pujangga lama yang terkenal, Hamzah Fansuri yang berjudul Syair Perahu. Tutuplah bukumu! Dengarkan dengan saksama agar kamu dapat memahami unsur-unsurnya!
OBAT HATI
Allohumma shalli wa salaim 'ala,
Sayyidina wa maulana muhammadin,
'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan,
Daimatan bi dawami mughiladhi.
Obat hati itu ada lima perkara
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua dzikir malam tidak alpa,
Yang ketiga seringkali berpuasa.
Yang keempat sholat malam laksanakan,
Yang kelima orang soleh jadi teman,
Salah satunya kamu bisa melakukan,
Insya Allah akan diridhoi Tuhan
69 Indahnya Sebuah Nasihat 4
Syair Perahu
Inilah gerangan suatu madah,
Mengarangkan syair terlalu indah,
Membutuhi jalan tempat berpindah,
Di sanalah iktikad diperbetuli sudah.
Ialah perahu tamsil tubuhmu,
Wahai muda, kenali dirimu,
Tiadalah berapa lama hidupmu,
Ke akhirat juga kekal hidupmu.
Hai muda arif budiman,
Hasilkan kemudi dengan pedoman,
Alat perahumu jua kerjakan,
Itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
Hasilkan bekal air dan kayu,
Dayung pengayuh taruh di situ,
Supaya laju perahumu itu.
Sudahlah hasil kayu dan air,
Angkatlah pula sauh dan layar,
Pada beras janganlah taksir,
Niscaya sempurna jalan yang kabir.
Hamzah Fansuri
Sesudah diperdengarkan syair tadi, kerjakan latihan berikut!
a. Berdiskusilah secara berkelompok (setiap kelompok terdiri dari antara 3--4 orang)!
b. Tentukan unsur-unsur pembentuk syair, baik unsur fisik maupun unsur isi, sesuai dengan yang kamu dengar!
c. Nilailah hasilnya dengan rubrik berikut!
Kelompok: ……………
No.
Aspek yang Diberi Skor
Skor Maksimal
Skor Siswa
1.
Penentuan jumlah baris setiap bait
25
2.
Penentuan jumlah suku kata/kata setiap baris
25
70 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX 3.
Penentuan persajakan, terutama persajakan akhir
25
4.
Penentuan hubungan antarbaris dalam satu bait
25
5.
Penentuan tema syair
25
6.
Penentuan pesan syair
25
Jumlah skor
100 B. Menyanyikan Puisi yang Dimusikalisasi
Puisi adalah bentuk sastra yang memperhatikan pilihan kata dan kepaduan bunyi. Sebuah puisi, jika dibacakan dengan indah dan penuh penghayatan, merupakan sebuah penampilan seni yang menarik. Untuk menjadikan pembacaan puisi lebih ekspresif dan menarik, pembacaan puisi dapat dikemas dalam bentuk musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi merupakan kegiatan pembacaan puisi dengan cara dilagukan, diberi irama, atau diiringi musik yang sesuai dengan isi puisi. Musikalisasi dapat membantu membangun suasana dan imajinasi kita dalam mengapresiasi puisi.
Dalam pelajaran kali ini, kamu akan berlatih membuat sebuah musikalisasi puisi sederhana yang dapat ditampilkan. Kegiatan yang harus kamu lakukan adalah (1) menikmati musikalisasi puisi, (2) memilih puisi yang akan dimusikalisasi, (3) memahami puisi yang akan dimusikalisasi, (4) menentukan irama yang sesuai dengan suasana puisi, (5) menampilkan musikalisasi puisi, dan (6) menilai musikalisasi puisi.
1. Menikmati Musikalisasi Puisi
Pernahkah kamu mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade atau Bimbo? Lirik lagu yang mereka nyanyikan terasa sangat puitis. Lirik-lirik lagu tersebut pada dasarnya adalah puisi yang dimusikalisasi atau disajikan dalam bentuk lagu yang memiliki irama. Bahkan, lirik-lirik lagu Bimbo ada yang ditulis oleh Taufik Ismail, salah seorang penyair ternama Indonesia.
Mari kita nikmati lirik-lirik lagu itu! Putarlah salah satu lagu Ebiet G. Ade! (Kamu dapat meminta guru untuk memutarkan lagu itu di kelas). Dengar dan cobalah ikut bernyanyi! Kamu dapat juga menyanyikan lagu “Tuhan” karya Taufik Ismail yang dipopulerkan oleh Trio Bimbo. Sambil bernyanyi, simaklah syair lagunya. Berikut adalah teks syair lagu “Tuhan”.
71 Indahnya Sebuah Nasihat 4
Tuhan
Oleh: Trio Bimbo
Tuhan, tempat aku berteduh
Di mana aku mengeluh
Dengan segala keluh
Tuhan, Tuhan yang Maha Esa
Tempat aku memuja
Dengan segala doa
Aku jauh Engkau jauh
Aku dekat Engkau dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa berpadu
Setelah kamu mendengarkan atau menyanyikan lagu tersebut, kemukakanlah pendapatmu tentang irama lagu itu. Apakah iramanya sesuai dengan suasana dan isi lirik lagunya? Bagaimana pula tentang suasana perasaanmu dan imajinasi yang kamu bayangkan ketika mendengarkan lagu itu?
Selanjutnya, cobalah syair lagu tadi kamu baca sebagaimana kamu membaca puisi dengan diiringi alat musik tertentu, misalnya gitar, piano, atau gamelan! Mintalah kelompokmu untuk mendengarkan dan memberi masukan apabila ada lafal atau intonasi yang kurang tepat saat membawakan puisi tersebut!
2. Memilih Puisi yang Akan Dimusikalisasi
Sebenarnya semua puisi bisa dimusikalisasi. Akan tetapi, sebaiknya kamu memilih puisi-puisi yang sederhana, yang syairnya mudah diucapkan agar mudah dinyanyikan. Berikut ini salah satu contoh puisi sederhana yang dapat dimusikalisasi.
Tuhan
Karya: Hasbiono K.
Kauberi aku mata untuk melihat
Kauberi aku telinga untuk mendengar
Kauberi aku kaki untuk berjalan
Kauberi aku akal untuk berpikir
Tuhan,
Kini aku telah melihat bumiMu
Kini aku telah mendengar kata-kataMu
Kini aku telah berjalan menyelusuri bumiMu
Dan telah kupikirkan semua tujuanMu
72 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Pilihlah puisi yang sederhana yang mudah untuk dilagukan atau diiringi musik! Caranya, pilihlah beberapa puisi kemudian diskusikan dengan kelompokmu, dengan guru bahasa Indonesia, atau guru kesenian untuk menentukan puisi yang paling cocok untuk dimusikalisasi!
3. Memahami Isi Puisi yang akan Dimusikalisasi
Setelah menentukan puisi yang akan dimusikalisasi, kamu harus mampu memahami isi puisi dengan tepat agar irama lagu yang dipilih sesuai dengan isi puisi. Untuk itu, lakukanlah kegiatan ini secara berkelompok (setiap kelompok anggotanya 5--7 orang)!
a. Diskusikan dengan kelompokmu isi puisi tersebut!
b. Tuliskanlah hasil diskusimu!
c. Laporkanlah di depan kelas!
d. Untuk memahami isi puisi itu, kamu dapat berpedoman pada pertanyaan berikut.
1) Apa tema puisi itu?
2) Suasana bagaimanakah yang menjiwai puisi itu?
3) Hal apakah yang ingin dikemukakan pengarang melalui puisi itu?
4) Adakah bunyi vokal atau konsonan yang dominan dalam puisi itu?
5) Kata-kata apakah di dalam puisi itu yang menurutmu sulit untuk dipahami? Cobalah lihat maknanya dalam kamus bahasa Indonesia!
4. Menentukan Irama yang Sesuai dengan Suasana Puisi
Dengan bantuan guru musikmu, tentukanlah nada, irama, dan tempo yang sesuai dengan isi dan suasana puisi! Dengan demikian, akan tercipta perpaduan bunyi yang indah antara puisi dan alat musik yang mengiringi. Jika di antara anggota kelompokmu ada yang dapat menciptakan lagu, mintalah dia menciptakan lagu untuk puisi yang sudah kamu pilih.
Manfaatkanlah alat-alat musik sederhana yang ada di sekitarmu seperti gitar, harmonika, atau seruling! Bila tidak ada alat musik, kamu dapat menyanyikan secara acapela (bernyanyi tanpa musik).
Alangkah munafiknya diri ini
Bila tak bersyukur padaMu
Alangkah berdosanya hati ini
Bila keangkuhan ada pada diriku
Oh, Tuhan
Maafkan hambaMu
73 Indahnya Sebuah Nasihat 4
5. Menampilkan Musikalisasi Puisi
Setelah semuanya disiapkan tampilkanlah musikalisasi puisi di depan kelas! Dalam penampilan musikalisasi, unsur terpenting yang harus diperhatikan adalah kejelasan vokal dan penghayatanmu (ekspresi) saat menyanyikan puisi tersebut. Yang diutamakan tetap isi larik-larik puisi. Musik menjadi pendukung yang harus senada dengan isi puisi.
Kegiatan ini adalah sebuah kerja kelompok sehingga setiap anggota kelompok harus berperan aktif. Vokalis boleh lebih dari satu asalkan padu. Mintalah bimbingan guru kesenianmu atau kakak-kakakmu yang dapat bermain musik! Pentaskanlah musikalisasi itu di depan kelas!
6. Menilai Musikalisasi Puisi
Secara berkelompok, buatlah format pengamatan dan penilaian untuk penampilan musikalisasi puisi! Akan tetapi, jika kesulitan menentukan aspek-aspek penilaiannya, kamu dapat menggunakan penilaian berikut.
No.
Aspek yang Dinilai
Skor Maksimal
Skor Siswa
1.
Keselarasan isi puisi dengan irama musik Irama musik selaras dengan isi puisi. Irama musik kurang selaras dengan isi puisi. Irama puisi tidak selaras dengan isi puisi.
5
3
1
2.
Intonasi Irama tekanan dan jeda bervariasi sesuai dengan isi puisi. Irama tekanan dan jeda kurang bervariasi. Irama tekanan dan jeda tidak bervariasi.
5
3
1
3.
Pelafalan Ucapan jelas dan tidak terjadi kesalahan pengucapan. Ucapan jelas tetapi terjadi beberapa kesalahan pengucapan. Ucapan tidak jelas dan banyak terjadi kesalahan pengucapan.
5
3
1
74 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX 4.
Penampilan Ekspresif dan gerak tubuh sesuai dengan isi puisi serta tidak grogi. Ekspresif dan gerak tubuh sesuai dengan isi puisi tetapi grogi. Tidak ekspresif, gerak tubuh dibuat-buat dan tidak sesuai dengan isi puisi serta grogi.
5
3
1
Setelah itu, hitunglah nilai akhirnya dengan rumus:
JUMLAH SKOR SISWA
NILAI AKHIR (NA) : ————————————— X 100 = ...........
JUMLAH SKOR MAKSIMAL
Ketika kelompokmu menampilkan musikalisasi di depan kelas, mintalah kelompok lain untuk mengamati, menilai, dan memberikan masukan untuk perbaikan berdasarkan format yang telah disepakati! Sebaliknya, ketika kelompok lain menampilkan karyanya, kamu pun melakukan hal yang sama. Selanjutnya, semua kelompok di kelas dapat bergabung dan berdiskusi untuk merencanakan pembuatan pentas musikalisasi yang lebih besar. Kemudian tampilkanlah musakalisasi tersebut pada acara kesenian sekolah atau daerah! Selamat berlatih!
C. Meresensi Buku Pengetahuan
Sebagai siswa, kamu pasti banyak memiliki dan atau membaca buku. Pernahkah kamu membaca buku lalu memberi pertimbangan atau ulasan mengenai buku itu dengan mengemukakan kelebihan dan kekurangannya secara objektif? Jika ya, berarti kamu telah melakukan kegiatan meresensi buku.
75 Indahnya Sebuah Nasihat 4
SEKOLAH SUDAH MATI
Judul Buku : Sekolah itu Candu
Penulis : Roem Topatimasang
Penerbit : Insist Press Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Juli 2007
Jumlah halaman : 178 halaman
Buku ini dapat digolongkan sebagai bacaan yang unik. Pembaca diajak berkelana untuk melihat suatu peristiwa pada tahun 2222. Perjalanan itu dipandu oleh tokoh bernama Sukardal. Ia adalah seorang petani. Tanpa sengaja ia menemukan satu naskah tua di museum Bank Naskah Nasional. Naskah itu dikategorikan sebagai bacaan terlarang. Hal itu membuat Sukardal penasaran. Apalagi judul naskah itu tak asing baginya, yakni: Sekolah.
Melalui buku ini kita diajak untuk bertanya, “Apakah benar sekolah adalah satu-satunya sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa? Pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua.
Pada bab pertama diceritakan tentang asal usul sekolah. Bab selanjutnya memberi tahu bahwa ternyata ada sekolah yang tidak punya daftar mata pelajaran wajib, tidak melaksanakan ujian kolektif. Murid-muridnya pun bebas memilih apa yang akan mereka pelajari.
Buku setebal 178 halaman ini mengangkat masalah yang aktual. Sebuah buku yang cerdas, tetapi tidak terkesan menggurui. Buku ini ringan dan dapat dijadikan bacaan waktu senggang. Bahasa yang digunakan komunikatif. Namun, cover buku yang sengaja didesain dengan penampilan klasik naskah tua mengesankan sebagai bacaan yang berat. Terlepas dari kekurangannya, buku ini patut dibaca oleh berbagai kalangan. Bahkan dapat menjadi referensi pengetahuan bagi siswa, mahasiswa, atau pelajar pada umumnya.
Sumber: Disadur dari Bulaksumur Pos, 4 Desember 2007
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan meresensi buku, antara lain untuk belajar menuangkan gagasan, berlatih menilai baik buruknya isi buku, atau membuat rangkuman.
Melalui pembelajaran kali ini kamu diharapkan dapat menulis resensi. Aktivitas belajar yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi bagian-bagian resensi (2) menentukan identitas buku, (3) menulis rangkuman isi buku, (4) mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku, (5) menulis resensi secara lengkap, dan (6) menilai hasil resensi.
1. Mengidentifikasi Bagian-bagian Resensi
Di bawah ini contoh resensi buku, yang dihasilkan oleh seseorang perensensi. Bacalah dengan cermat!
76 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Berdasarkan teks tersebut, isilah tabel mengenai bagian-bagian resensi berikut!
No.
Bagian Resensi
Ada
Tidak
Sebutkan
1.
Judul resensi
2.
Judul buku
3.
Identitas buku
4.
Rangkuman isi buku
5.
Kelebihan buku
6.
Kekurangan buku
7.
Pendapat penulis resensi
2. Menentukan Buku yang Akan Diresensi
Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam meresensi buku adalah menentukan buku yang akan diresensi. Buku yang layak diresensi adalah buku yang memenuhi syarat sebagai berikut:
a. terbitan baru, misalnya kalau saat ini tahun 2008, carilah buku yang diterbitkan tahun 2008, jangan buku yang diterbitkan tahun-tahun sebelumnya,
b. berisi hal-hal yang aktual atau hangat dibicarakan saat kamu akan meresensi,
c. berkualitas baik, dan
d. belum pernah diresensi oleh orang lain.
Berdasarkan kriteria penentuan buku yang akan diresensi tersebut, tentukan sebuah buku ilmu pengetahuan untuk diresensi! Kamu dapat memilih buku yang ada diperpustakaan, atau buku yang kamu miliki sendiri. Diskusikan buku hasil pilihanmu itu dengan teman kelompokmu untuk menentukan tepat tidaknya buku tersebut diresensi!
3 Menuliskan Identitas Buku
Identitas buku yang harus kamu tuliskan meliputi judul buku, penulis, penerbit, kota tempat terbit, tahun terbit, dan berapa jumlah halamannya. Misalnya,
Judul Buku : Sekolah itu CanduPenulis : Roem TopatimasangPenerbit : Insist Press YogyakartaCetakan : Pertama, Juli 2007Jumlah halaman : 178 halaman
Amatilah buku yang sudah kamu pilih untuk diresensi! Selanjutnya, tulislah identitas buku tersebut secara lengkap!
77 Indahnya Sebuah Nasihat 4
4. Menulis Rangkuman Isi Buku
Untuk mendapatkan gambaran mengenai isi buku, kamu perlu merangkum isi buku. Agar dapat merangkum isi buku, kamu harus membaca buku itu dengan cermat untuk memahami isinya. Meskipun pendek, rangkuman harus bersifat menyeluruh. Artinya, rangkuman itu harus mencerminkan garis besar isi buku secara keseluruhan.
Amatilah kembali contoh resensi buku yang berjudul "Sekolah Sudah Mati" pada kegiatan 1! Temukan bagian yang berisi rangkuman buku! Berdasarkan contoh rangkuman itu, buatlah rangkuman buku yang telah kamu siapkan untuk diresensi!
5. Mengemukakan Kelebihan dan Kekurangan Buku
Setelah merangkum isi buku, yang harus kamu lakukan adalah mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku. Itu berarti bahwa kamu harus menilai buku tersebut. Dalam penilaian itu kamu dapat memberikan tanggapan pribadi terhadap buku yang kamu resensi. Meskipun demikian, penilaian terhadap buku itu harus dilakukan secara jujur dan objektif.
Amatilah kembali contoh resensi buku yang berjudul "Sekolah Sudah Mati" pada kegiatan C.1! Temukan bagian yang berisi ungkapan mengenai kelebihan dan kekurangan buku, serta tanggapan pribadi penulis resensi! Selanjutnya, tuliskan kelebihan dan kekurangan buku yang akan kamu resensi, dan kemukakan tanggapanmu terhadap buku tersebut!
6. Menulis Resensi secara Lengkap
Setelah memperoleh data yang lengkap mengenai aspek-aspek yang harus ditulis dalam resensi, tulislah resensi secara utuh! Caranya, kamu tinggal menggabungkan data yang telah kamu peroleh ke dalam sebuah tulisan yang padu. Usahakan agar tulisan itu enak dibaca. Jangan lupa untuk memberi rekomendasi atas kelayakan buku itu untuk dibaca.
7. Menilai Hasil Resensi
Setelah resensi selesai kamu buat, tukarkan hasil resensimu dengan teman sebangkumu untuk dinilai dengan menggunakan rubrik berikut!
Nama Penulis Resensi : ........................
Kelas : ........................
No.
Aspek yang Dinilai
Skor Maksimum
Skor Siswa
1.
Komposisi yang terdapat di dalam hasil resensi sesuai dengan komposisi resensi pada umumnya.
20
78 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX 2.
Tingkat kekohesifan yang terdapat di dalam hasil resensi
10
3.
Tingkat kekoherenan/keruntutan kalimat-kalimat yang terdapat di dalam resensi
20
4.
Tepat tidaknya struktur frase dan kalimat dalam kaitannya dengan kaidah bahasa Indonesia
10
5.
Tepat tidaknya pilihan dan variasi penggunaan kosa kata
10
6.
Tepat tidaknya penulisan huruf, kata, dan kalimat.
10
7.
Tepat tidaknya penerapan tanda-tanda baca seperti titik, titik dua, titik koma, koma, tanda seru, tanda tanya, dan sebagainya.
10
8.
Lengkap tidaknya komponen-komponen hasil resensi.
10
Jumlah Skor Maksimal
100
Pada unit 4, kamu telah belajar menganalisi unsur syair yang diperdengarkan, menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi, dan meresensi buku pengetahuan. Pada pembelajaran menganalisis unsur syair yang diperdengarkan, kamu telah belajar menemukan unsur-unsur syair dan mendengarkan syair untuk menemukan unsur-unsurnya. Pada pembelajaran menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi kamu telah belajar menikmati musikalisasi dan menampilkan musikalisasi. Pada pembelajaran meresensi buku pengetahuan, kamu telah belajar mengidentifikasi bagian-bagian resensi, menulis resensi, dan menyunting resensi.
Rangkuman
79 Indahnya Sebuah Nasihat 4
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan larik puisi berikut!
Cemara berderai sampai jauh
Terasa hari jadi akanmalam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin terpendam
Jika bait puisi tersebut dimusikalisasi, musik yang cocok untuk mengiringi puisi itu adalah musik yang menunjukkan suasana ....
A. riang C. syahdu
B. hening D. haru
2. Perhatikan kutipan syair berikut !
Degan kemendur bertemulah sudah
Segera bermadah dengan menyembah
Guru berkata tunduk tengadah
Aminah mati teranglah sudah
Syair di atas berisi ....
A. nasihat C. sindiran
B. kisah D. teka-teki
3. Jika akan meresensi buku, kamu harus mencantumkkan hal-hal berikut, kecuali ....
A. identitas buku C. tanggapan penulis resensi
B. rangkuman isi buku D. daftar pustaka
4. Perhatikan kutipan resensi berikut !
Kisah mengagumkan mengenai mengenai Mozart ini dapat kita baca dengan nyaman melalui buku Siapakah Wofgang Amadeus Mozart? Yang belum lama ini terbit.
Kutipan tersebut merupakan bagian resensi yang berisi penjelasan tentang ....
A. kelebihan buku C. tanggapan penulis resensi
B. rangkuman buku D. kelemahan buku
5. Salah satu unsur syair yang membedakannya dengan puisi adalah ....
A. jumlah baris tiap bait
B. persajakan akhirnya
C. isi pesannya
D. jumlah kata tiap baris
6. Yang seharusnya tidak dilakukan penulis resensi adalah ....
A. memasukkan tanggapan pribadi
B. membandingkan mutu buku dengan buku lain yang terbit sebelumnya
C. menggunakan judul buku sebagai judul resensi
D. menuliskan identitas buku secara lengkap
Evaluasi
80 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
B. Kerjakan tugas berikut!
1. Carilah sebuah buku yang kamu sukai di perpustakaan sekolah! Buatlah resensi untuk buku tersebut melalui langkah-langkah membuat resensi yang telah kamu pelajari!
2. Buatlah kelompok beranggota 5 sampai 6 orang. Pilihlah satu buah puisi yang sudah dimusikalisasi. Tampilkanlah musikalisasi puisi yang sudah kamu persiapkan di hadapan teman-temanmu agar dapat dinilai oleh gurumu. Di dalam melakukan kegiatan musikalisasi puisi kamu harus memperhatikan intonasi, pelafalan, dan penampilan, dan kesesuaian isi puisi dengan musiknya.
Setelah kamu berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda cek (√) pada panduan berikut!
No
Pertanyaan Pemandu
Ya
Tidak
1.
Saya telah memahami unsur-unsur syair.
2.
Saya dapat menemukan unsur syair yang diperdengarkan.
3.
Saya senang mendengarkan pembacaan syair bersama teman-teman.
4.
Saya dapat membuat musikalisasi puisi.
5.
Saya bangga dapat menampilkan musikalisasi puisi bersama teman sekelompok.
6.
Saya ingin menampilkan musikalisasi puisi bersama teman-teman dalam pentas akhir tahun nanti.
7.
Saya dapat mengenali bagian-bagian resensi.
8.
Saya memahami bahwa sebelum meresensi buku pengetahuan, saya harus membaca buku yang akan diresensi dengan cermat agar dapat merangkum dan memberi penilaian.
9
Saya senang dapat memberikan komentar tentang kelebihan dan kekurangan kelompok lain dalam menulis resensi buku.
10.
Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang belajar bahasa Indonesia.
Refleksi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar