Selasa, 17 Juli 2012

materi 9 bab 1

Jaga Kesehatan
dan Lestarikan Lingkungan
Banyak program/acara yang ditayangkan di televisi atau disiarkan di radio. Inti acara-acara itu adalah penyampaian informasi, pendidikan, dan hiburan. Dalam acara dialog, misalnya, sering dibicarakan topik pentingnya kesehatan atau pelestarian lingkungan. Bahkan, kadang-kadang acara semacam itu melibatkan pemirsanya. Dialog dilakukan dengan tujuan menggali informasi dari beberapa narasumber. Sebagai pemirsa, tentu kita harus dapat menyimpulkan isi dialog dengan baik.
Sering kita menemukan kejadian atau peristiwa penting atau menarik sehingga kita perlu melaporkan kepada orang lain. Agar laporan tepat, kita perlu menggunakan kalimat-kalimat yang jelas.
Suatu saat kita ingin mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu. Agar ajakan kita diterima dengan baik kita perlu mengungkapkan fakta dan pendapat.
Dalam pembelajaran kali ini, kamu akan dapat menggali informasi dari wawancara di televisi atau radio yang menghadirkan narasumber, membuat laporan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, membedakan fakta dan opini, dan menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerpen yang pernah dibaca. Untuk mempelajari semua itu, kamu perlu melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang ada pada tiap kegiatan. Selamat bekerja!
1
3 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada Tayangan Televisi/Siaran Radio
Suatu saat kamu ingin mengetahui informasi yang dibicarakan dalam dialog di televisi atau radio. Hal itu tentu tidak mudah kamu lakukan. Di dalam dialog beberapa narasumber biasanya mengemukakan pendapat yang kadang-kadang saling bertentangan. Itu tentu menyulitkan kamu untuk dapat mengambil simpulan isi dialog.
Pada bagian ini kamu akan menggali informasi dari dialog interaktif di televisi atau radio yang menghadirkan beberapa narasumber.
Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mencatat hal-hal penting dalam dialog di radio atau televisi, (2) menyimpulkan isi dialog, dan (3) menemukan informasi yang tersurat dan tersirat dalam dialog.
1. Mencatat Hal-hal Penting dalam Dialog Interaktif di Radio atau Televisi
Kali ini kamu akan berlatih mendengarkan dialog interaktif di televisi atau siaran radio yang menghadirkan beberapa narasumber. Dialog interaktif adalah sejenis wawancara dengan menghadirkan beberapa narasumber untuk membahas topik tertentu dengan melibatkan pemirsa atau pendengar. Pelibatan pemirsa atau pendengar tersebut berupa kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat berkenaan dengan topik yang dibicarakan.
Ketika mendengarkan siaran dialog interaktif di televisi atau radio, kamu harus menyimak dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan hal-hal penting dalam dialog tersebut. Arahkan perhatian pada berbagai pendapat yang dikemukakan oleh setiap narasumber. Perhatikan juga pendapat pemirsa/pendengar. Hal itu dimaksudkan agar kamu dapat menangkap pokok-pokok pendapat mereka.
Untuk membantu mengingat isi dialog interaktif yang kamu amati/dengarkan, catatlah hal-hal penting yang ada di dalam dialog tersebut! Hal-hal penting tersebut meliputi topik dialog, narasumber, inti pertanyaan dan jawaban narasumber, serta pendapat/komentar pemirsa/pendengar.
Selanjutnya, kamu akan berlatih mendengarkan dialog interaktif. Untuk itu, laksanakan tugas berdasarkan petunjuk berikut!
a. Berjanjilah dengan teman sekelompokmu untuk menonton acara dialog tertentu di televisi atau radio! Lebih baik jika dialog tersebut bertema kesehatan atau kelestarian lingkungan.
b. Sambil mengamati atau mendengarkan, buatlah catatan penting dari isi dialog tersebut dengan menggunakan format berikut!
4 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX LAPORAN KERJA
MENDENGARKAN ACARA DIALOG INTERAKTIF
DI TELEVISI/RADIO
Nama Siswa :
Nama Acara TV/Radio :
Waktu Tayang :
Nama Stasiun TV/Radio :
Pemandu :
Penanya :
Narasumber :
Topik :
Keterangan : (Apakah acara dialog itu melibatkan pemirsa?)
a. Pertanyaan-pertanyaan Penting yang Diajukan Penanya/Pemandu
1) .....................................................................................................................
2) .....................................................................................................................
3) .....................................................................................................................
b. Hal-hal Penting yang Dikemukakan Narasumber
1) .....................................................................................................................
2) .....................................................................................................................
3) .....................................................................................................................
c. Hal-hal Penting yang Dikemukakan Pemirsa/Penonton di Studio
1) .....................................................................................................................
2) .....................................................................................................................
3) .....................................................................................................................
2. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif
Kamu sudah mempunyai catatan penting tentang hasil dialog, bukan? Perhatikan kembali isi catatanmu! Kalau dicermati tentunya ada pendapat dari dua atau beberapa pihak yang terlibat dalam dialog interaktif yang pendapatnya saling mendukung. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan beberapa gagasan berbeda, atau bahkan bertentangan. Itu sudah pasti terjadi dalam dialog interaktif yang pesertanya sangat heterogen.
Agar informasi dari dialog tersebut lebih bermanfaat, usahakan agar kamu dapat merumuskan simpulan isi dialog! Penyimpulan dapat dilakukan dengan tiga langkah, yaitu sebagai berikut.
a. Identifikasi beberapa pendapat yang saling mendukung!
b. Identifikasi pula pendapat yang berbeda atau bertentangan!
c. Rumuskan simpulan dialog!
5 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
Gabungan antara pendapat yang saling mendukung dan pendapat yang bertentangan akan menghasilkan simpulan yang baik. Tugas pendengar dalam menyikapi beragamnya pendapat adalah menyusun simpulan yang didasarkan pada kekuatan argumentasi dari kedua belah pihak. Makin pandai menimbang argumentasi dari pihak-pihak yang berbeda, makin baik simpulan kamu terhadap persoalan yang dibahas.
Berdasarkan hasil catatanmu tentang hal-hal penting dalam dialog yang telah kamu dengarkan, buatlah simpulan isi dialog! Setelah itu, buatlah laporan ringkas berdasarkan catatanmu! Kemaslah laporan itu dalam 4—5 paragraf (400—500 kata)!
Tempatkan judul di sini!
Masalah ................................... saat ini sedang menjadi topik pembicaraan di radio/TV. Inti pembicaraan itu adalah ...................................................................
Dalam sebuah dialog TV/radio, tanggal ....…….., didiskusikan bahwa ........................................................... Narasumber menyatakan bahwa ..................................................., dan seterusnya. Beberapa pendapat yang sejalan adalah pendapat ..........................., ........................................, dan ............................... yang inti pendapatnya adalah ...............................
Sebaliknya, pendapat yang berbeda adalah pendapat ..................................., .................................., .................................. dan ................................ yang inti pendapatnya adalah ..............................., ................................., dan ............................................
Selanjutnya, bentuklah beberapa kelompok! Tiap kelompok 6—7 orang. Setiap kelompok berusaha menuliskan simpulan terbaik terhadap topik dalam dialog interaktif tersebut. Setelah itu, tukarkan hasilnya dengan kelompok lain untuk dinilai dengan menggunakan format penilaian berikut! Selamat bekerja!
RUBRIK PENILAIAN
PENYIMPULAN ISI DIALOG INTERAKTIF
No.
Kriteria Penilaian
Skor (1, 2, 3, 4, 5)
1
Isi simpulan sesuai dengan pendapat narasumber
2
Simpulan bersifat menyeluruh
3
Simpulan merupakan gabungan pendapat narasumber
4
Simpulan ditulis dengan bahasa yang efektif
Skor 1 = sangat kurang
2 = kurang
3 = cukup
4 = baik
5 = sangat baik
6 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX 3. Menemukan Informasi yang Tersurat dan Tersirat dalam Dialog
Apa yang dimaksud makna yang tersurat dan makna yang tersirat?
Untuk memahami hal tersebut, perhatikan kutipan berikut!
Ketika sedang bekerja keras mencetak majalah sekolah yang harus segera terbit, tim redaktur bekerja lebih dari 20 jam tanpa berhenti. Komputer dan pencetak (printer) pun mulai sering bermasalah. Lampu monitor sesekali meredup dengan sendirinya. Hasil cetakan sudah mulai kurang tajam. Sudah lebih dari 15 rim kertas A-4 berhasil dicetak. “Tampaknya komputer dan mesin pencetak yang tidak bernyawa saja sudah mulai lelah. Apalagi otak kita yang memiliki syaraf-syaraf,” ujar Pak Thayib, pembina OSIS. Mendengar pernyataan itu, para pengurus majalah tersenyum. Mereka paham terhadap pernyataan Pak Thayib yang disampaikan secara tersirat bahwa kita manusia perlu beristirahat.
Kutipan tersebut menggambarkan contoh penggunaan makna tersurat dan makna tersirat dalam dialog. Makna tersuratnya adalah gambaran tentang bagaimana tim redaktur bekerja keras untuk mencetak majalah sekolah sampai-sampai benda tak bernyawa pun mulai lelah. Adapun makna tersiratnya adalah bahwa kita, manusia, perlu beristirahat. Itulah makna tersurat dan makna tersirat. Makna tersurat adalah makna yang secara eksplisit kita temukan di dalam kalimat-kalimat yang tertulis, sedangkan makna tersirat adalah makna implisit yang terkandung di balik makna tersurat.
Ketika menonton dialog interaktif di televisi atau mendengarnya di radio, tentu kamu sering menemukan informasi tersirat yang disampaikan para peserta dialog. Untuk dapat menemukan informasi yang tersirat, kamu perlu memahami informasi tersuratnya lebih dahulu karena informasi tersirat ada di balik informasi yang tersurat.
Dengarkanlah sebuah dialog interaktif di radio dengan cermat! Setelah kamu melakukan kegiatan mendengarkan dialog, lakukanlah hal-hal berikut!
a. Catatlah hal-hal penting dari dialog tersebut! Catat juga informasi yang tersurat dan yang tersirat!
b. Informasikan kepada teman-teman sekelasmu catatan yang kamu buat!
c. Tanggapilah laporan hasil kerja temanmu itu! B. Melaporkan Secara Lisan Berbagai Peristiwa dengan Kalimat yang Jelas
Tugas reporter radio atau televisi adalah melaporkan suatu peristiwa atau kejadian kepada pemirsa atau pendengar. Agar laporan itu tepat, perlu digunakan kalimat-kalimat yang jelas atau kalimat-kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda.
Nah! Dalam pembelajaran berikut, kamu akan berlatih membuat laporan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.
7 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mendeskripsikan kejadian/peristiwa yang akan dilaporkan, (2) melaporkan secara lisan peristiwa yang diamati, dan (3) melaporkan serta menanggapi peristiwa dalam bacaan.
1. Mendeskripsikan Kejadian/Peristiwa yang Akan Dilaporkan
Banyak peristiwa di sekitarmu yang dapat kamu amati, terutama peristiwa-peristiwa yang dapat dijadikan sebagai pelajaran atau diambil hikmahnya. Dalam peristiwa tersebut, mungkin kamu juga terlibat di dalamnya, atau mungkin kamu hanya berada di luar peristiwa, tetapi turut menyaksikan kejadiannya.
Kalau kamu mengamati suatu peristiwa, tentu ada alasan atau tujuan mengapa kamu perlu mengamati peristiwa tersebut. Misalnya, kamu mengamati jalannya upacara bendera di sekolah. Pengamatan yang kamu lakukan itu, misalnya untuk dijadikan bahan karangan deskripsi atau untuk tujuan yang lain, misalnya sebagai bahan pembuatan laporan.
Agar dapat melaporkan suatu kejadian/peristiwa secara baik, kamu harus mengamati objek laporan itu dengan cermat. Setelah itu, hal-hal penting dari peristiwa itu harus dicatat secara lengkap/detil.
Agar dapat melaporkan peristiwa dengan baik, berlatihlah dengan melakukan kegiatan berikut!
a. Secara perorangan, sambil mengikuti upacara bendera di sekolahmu, amatilah dan catatlah di dalam hati kejadian-kejadian penting yang perlu dicatat selama upacara berlangsung!
b. Deskripsikan secara rinci peristiwa/kejadian yang kamu amati!
c. Selanjutnya, diskusikan hasil deskripsimu dalam kelompok yang terdiri atas 6 atau 7 orang!
d. Buatlah rumusan yang baik untuk dilaporkan di kelas!
e. Laporkan hasil kerja kelompokmu di kelas! Coba bandingkan hasilnya dengan hasil kerja kelompok lain! Masih adakah kejadian/peristiwa yang belum kamu deskripsikan? Jika belum, lengkapilah! Jika sudah sempurna, hasil kerja kelompok dapat kamu pajang di kelas.
2. Melaporkan Secara Lisan Peristiwa yang Diamati
Agar dapat melaporkan secara lisan peristiwa yang kamu amati, laksanakan kegiatan berdasarkan panduan berikut!
a. Bergabunglah kembali dengan anggota kelompokmu!
b. Buatlah kerangka laporan tentang jalannya upacara bendera yang kamu amati tersebut!
c. Kembangkan menjadi laporan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda! Kalimat Kemarin saya mengunjungi pabrik lampu terbesar di Surabaya, misalnya, menimbulkan penafsiran ganda. Yang terbesar itu lampunya, atau pabriknya. Kalimat semacam itu dapat disiasati dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan penggunaan tanda hubung: (1) Kemarin saya mengunjungi pabrik-lampu terbesar di Surabaya. (yang terbesar adalah pabriknya)
8 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX atau (2) Kemarin saya mengunjungi pabrik-lampu-terbesar di Surabaya. (yang terbesar adalah lampunya). Kerjakan tugasmu di dalam buku tugas!
d. Setelah penyusunan laporanmu selesai, laporkanlah hasil kerja kelompokmu secara lisan di depan kelas! Tentukan siapa di antara anggota kelompokmu yang akan melaporkan hasil kerja kelompok!
e. Hasil kerja kelompok yang sudah dilaporkan dan ditanggapi oleh kelompok lain dapat dipajang di tempat yang disediakan.
Berikut adalah contoh kalimat-kalimat pembuka dan penyerta dalam suatu laporan.
Contoh:
Saya akan melaporkan hasil pengamatan kelompok kami tentang jalannya upacara bendera tanggal ................. Para petugas upacara berasal dari kelas IIA. Yang bertugas sebagai pemimpin upacara adalah Wa Ode Hidayati, sedangkan pembina upacara, Bapak .................................... Dalam amanatnya, ........................
3. Melaporkan dan Menanggapi Peristiwa dalam Bacaan
Untuk meningkatkan kemampuanmu menanggapi suatu peristiwa, bacalah kutipan berikut dan pahamilah peristiwa yang dikemukakan di dalamnya! Setelah kamu memahami peristiwa yang terdapat dalam bacaan tersebut, kemukakan tanggapanmu dengan alasan yang logis!
Peresmian Uji Coba Kartu Sehat
Penggunaan Kartu Sehat sebagai jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin diresmikan uji cobanya secara nasional pada hari Sabtu, 9 April 1994. Dengan kartu tersebut, para keluarga miskin bisa mendapatkan paket layanan cuma-cuma di berbagai sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah.
Peresmian uji coba Kartu Sehat dilakukan di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung oleh Menteri Kesehatan Sujudi. Hadir pula dalam peristiwa tersebut Menteri Negara Kependudukan/Kepala BAKN, Haryono Suyono, Gubernur Jabar, R. Nuryana, dan Bupati Kabupaten Bandung, H.U. Hatta D.
Menteri Kesehatan dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa pada bulan April 1994 Kartu Sehat secara serentak diujicobakan di dua kabupaten terpilih di setiap provinsi di Indonesia. Di Jawa Barat, misalnya,ada dua kabupaten yang menjadi uji coba Kartu Sehat, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Lebak.
Pemberian Kartu Sehat menggunakan acuan peta keluarga sejahtera dari kantor Meneg Kependudukan/BKKBN dan peta desa miskin yang dibuat Bappenas. Dari peta keluarga sejahtera sudah dipilih keluarga yang termasuk prasejahtera, sejahtera I, sejahtera II,
9 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
dan sejahtera III plus. Kartu Sehat diberikan kepada keluarga prasejahtera dan sejahtera I yang tinggal di desa tertinggal. Penduduk yang tergolong prasejahtera, antara lain penduduk yang masih tinggal di rumah yang berlantai tanah,kebutuhan makan minimal tiga kali sehari belum terpenuhi, dan tingkat pendidikan sangat rendah.
Menurut Menteri Kesehatan, Kartu Sehat ini juga untuk keluarga batih yang tinggal satu rumah, bisa kakek, nenek, paman, atau anak. Singkatnya, orang yang tinggal ikut menjadi tanggungan kepala keluarga.
Kartu Sehat akan terus berlaku selama tingkat kehidupan penduduk tidak berubah. Kalau penduduk sudah tidak miskin lagi, Kartu Sehat akan dicabut. Kemudian, penduduk diarahkan untuk mengikuti program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat, semacam Askes untuk pegawai negeri. Ide Kartu Sehat ini muncul ketika data yang ada menunjukkan bahwa hanya 60 persen penduduk miskin yang mau dan mampu memanfaatkan fasilitas modern. Meskipun ada kemudahan berobat, penduduk miskin sering tidak memanfaatkannya karena penduduk harus mengurus surat keterangan bahwa mereka miskin di RT, RW, kelurahan, dan kecamatan sebelum berobat. Padahal, pengurusan itu semua perlu waktu.
Dikutip dari Kompas, 11 April 1994
Untuk menanggapi laporan atau pembicaraan orang lain, kamu perlu menggunakan kalimat yang bervariasi. Dalam pembicaraan sehari-hari pun, tanpa kamu sadari, sebenarnya kalimatmu sudah bervariasi. Kadang-kadang kamu mengunakan kalimat pendek, kadang-kadang menggunakan kalimat-kalimat yang panjang. Kalimat yang panjang itu biasanya merupakan gabungan kalimat yang pendek yang biasanya disebut kalimat majemuk.
Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih menanggapi hasil laporan dengan menggunakan kalimat majemuk. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut!
a. Dengarkanlah laporan perjalanan suatu rombongan, misalnya jemaah haji, melalui radio atau televisi!
b. Bila kamu tidak mendapatkan laporan perjalanan melalui radio atau televisi, manfaatkan cerita temanmu yang pernah bepergian ke tempat lain!
c. Tanggapilah laporan itu dengan menggunakan kalimat yang bervariasi, beberapa di antaranya menggunakan kalimat majemuk!
d. Tukarkan hasil kerjamu dengan temanmu dan diskusikan kalimat-kalimat yang terdapat dalam hasil kerjamu!
e. Laporkan hasil kerjamu dalam diskusi kelas, kemudian tempelkan di tempat yang disediakan!
10 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX C. Membedakan Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif
Di dalam sebuah tulisan/karangan, kadang-kadang penulis mengemukakan pendapat/opini tentang sesuatu. Agar pendapat/opini itu diterima orang lain, perlu diperkuat dengan sejumlah fakta. Sebaliknya, sebagai pembaca, kamu perlu membedakan antara fakta dan opini yang terdapat di dalam tulisan yang kamu baca. Dengan demikian, kamu akan dapat memahami karangan itu dengan baik.
Dalam pembelajaran kali ini, kamu akan membedakan fakta dan opini dari tajuk yang kamu baca untuk menyimpulkan isinya. Kegiatan yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks, dan (2) membedakan fakta dan opini.
1. Mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Teks
Ketika kamu berdiskusi tentang satu topik atau pelajaran di kelas, kamu akan berkata, “Menurut teori ini…dan seterusnya, atau menurut saya… dan seterusnya.” Apa yang kamu katakan itu sudah memuat fakta dan pendapat atau opini. Menurut teori ini…dan seterusnya adalah sebuah fakta, sedangkan menurut saya… dan seterusnya adalah opini. Fakta adalah hal/peristiwa yang benar-benar terjadi, adapun opini adalah pendapat yang mungkin masih perlu diuji kebenarannya.
Untuk lebih memperluas pemahamanmu tentang fakta dan opini, bacalah cuplikan teks berikut!
Pulang
Piko menganjurkan orang-orang sedusunnya untuk bekerja gotong royong memperbaiki bendar yang sudah lama tidak cukup mengairi sawah-sawah di desa itu. Walaupun semua penduduk desa sudah menyatakan kesepakatannya, ternyata pada saat mulai bekerja, hanya ada lima orang mengikuti Piko. Dengan tabah ia meneruskan pekerjaan itu. Karena ketekunan itu orang-orang perlahan-lahan menyadari kelalaiannya dan akhirnya menggabungkan diri dengan Piko. Setelah seminggu air bendar pun berlimpah untuk mengairi sawah dan keperluan-keperluan lain.
Ia berusaha mengobrak-abrik hati penduduk yang sudah beku dalam kemasabodohan dan keras kepala dengan berpidato panjang habis sembahyang Jumat. Karena baru pulang dari rantau dan mungkin pula karena ia adik kepala kampung, dengan penuh minat dan penghargaan, jemaah menyimak pidato itu. Para orang tua membungkuk-bungkuk dalam-dalam di saf depan, dan tiap sekejap menganguk-angguk takzim.
"Di Jakarta, Saudara dan Bapakku sekalian," Kata Piko, "Orang bisa memanfaatkan tanah sejengkal di tepi rel jalan kereta api. Betul-betul dapat disebut sejengkal, Saudara-saudara!" Menggerakkan kedua tangan memberi batas. "Ditanami bayam, bawang, atau kangkung, disirami dengan air yang diangkut seratus meter dari situ. Di sini? Tanah berlimpah, air pun berlimpah dan
11 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
menyembur-nyembur. Tapi tak kita manfaatkan! Sawah sendiri tak cukup untuk memberi makan kita sepanjang tahun. Hanya separo dari hasil normal yang dapat kita kerjakan. Karena apa? Bukan karena kita tak memiliki sumber air, tapi karena sistem irigasinya yang tak benar. Sumber air itu besar, dan jaraknya dari sawah kita hanya sekitar 200 sampai 300 meter, terdengar jelas desah arusnya. Tidakkah kita bodoh dan bebal kalau begitu Saudara-saudara? Apa guna kita sembahyang lima kali sehari dan hadir tiap sembahyang Jumat, mendengar khatib dan mubalig berfatwa? Tiap hari ajaran agama dijejalkan pada kuping kita supaya kita selalu insyaf bahwa dalam berusaha kita harus berpikir. Untuk membedakan kita dengan binatang!
Sekarang justru kita sudah mirip binatang! Karena itu, hanya berusaha tanpa berpikir! Kita sudah tumpul memikir, bagaimana cara memasukkan Sungai Batang Kundur itu ke persawahan kita."
"Apa akibatnya? Banyak sekali, Saudara-saudara! Pertama sekali hidup kita tak cukup dari bersawah, harus ditambah dengan berhuma. Kita berhuma, berarti hutan kita gunduli terus tiap tahun. Hutan digunduli, cadangan air di musim hujan tak ada lagi, dan air melimpah ruah ke hilir, melanda segalanya. Timbul banjir, menghanyutkan harta benda kita, jalan raya, dan jembatan runtuh. Berikutnya? Jalan raya runtuh, mobil tak datang lagi ke kampung kita. Bahkan kebutuhan kita pun sudah didatangkan, harga-harga jadi mahal. Pergaulan dengan masyarakat ramai pun terhalang. Kampung kita jadi terpencil. Kampung kita jadi sepi. Anak-anak kita jadi gelisah tinggal di kampung, tak melihat hari depan yang cerah. Lebih-lebih yang sedikit pendidikan, merasa kecewa dan membunuh dia untuk terus tinggal di kampung! Mereka pun berduyun-duyun merantau! Di rantau pun mereka tidak mendapat mata pencaharian sebagaimana diharapkan. Di sana ia butuh modal dan keuletan, dan jarang sekali yang berhasil bergulat.
Mungkin saja mereka dapat bertahan terus tinggal di kota-kota itu. Tapi asal dapat makan saja. Mereka tak bisa berkembang! Bahkan, mereka menjadi sumber kekalutan pula bagi kota.”
"Karena itu Saudara-saudara, kita harus sadar! Kita harus segera memperbaiki sistem irigasi sawah kita sehingga dapat dikembalikan seperti masa Belanda dulu.
Habis pidato itu Torkis tampil untuk memberi waktu bagi anggota jemaah memberi sambutan atau reaksi atas pidato Piko. Tak ada seorang pun menyangkal ucapan Piko. Bahkan orang-orang tua berkata, syukur Piko mau menegur mereka. Siapa lagi yang akan melakukan jika bukan seorang di antara keluarga sendiri. Meski ucapan Piko itu sangat pedas bagi mereka, tapi sudah sepantasnya mereka mendapat itu!
Ketika timbul keluhan betapa susah mengumpulkan derma, Piko serentak bangkit berkata buat sekarang tak perlu uang; yang perlu semangat dan kemauan bekerja. Dia ajak supaya besok hari Sabtu, semua jemaah pergi ke gunung mencari rotan. Setelah itu membikin kerangka bendungan dari rotan itu. Hari itu juga, dan kalau tak sempat diteruskan satu-dua hari lagi, kerangka itu mereka isi batu beramai-ramai di tengah sungai.
Semua anggota jemaah menyatakan setuju, berjanji mereka akan ikut ke gunung. Jemaah pun bubarlah.
12 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Besoknya hanya ada lima orang yang menyertai Piko ke gunung. Di antaranya terdapat Torkis, Ja Sangkutan (yang mengerjakan sawah Piko) dan ada pula mertua Piko. Piko berjalan paling depan, tak menyinggung sepatah kata pun tentang Halimah. Diam-diam mereka merambah ke tengah belantara, menariki batang rotan, dan menyeretnya dalam ikatan sebesar paha ke hulu bendar irigasi. Ketika rombongan pekerja itu melintasi jalan raya, di pangkal kampung ada beberapa orang tua berpapasan dengan mereka. Kepada Piko mereka berbata-bata berkata, ada keperluan ke seberang untuk mengurus getah, anak sakit dan harus dibawa ke mantri, dan segala macam. Piko mengangguk dan tersenyum nyengir saja membalas ucapan dalih mereka itu.
"Kemarin bicara mereka di surau amat manis-manis! Sekarang mana batang hidungnya?" rutuk Piko di tepi sungai. Torkis berdiri di sebelahnya, diam-diam saja mengusapi peluh dengan kain basahan.
Hulu bendar itu di hilir sebuah lubuk panjang melengkung, kelindungan dari landaan air banjir oleh sebuah tebing karang yang tinggi. Dalam air sesungguhnya ada bendungan yang menghempang mencong sampai di seberang sungai. Tapi sudah banyak terban dan bocor.
Piko dan kelima kawan menjalin kerangka dari rotan itu, sepanjang 15 meter, keliling 2,5 meter. Waktu asar mereka berhenti, pulang. Besoknya mereka membenamkan kerangka itu di depan bendungan lama. Pekerjaan menanam kerangka agar jangan mengapung dan hanyut amat sukar, harus dihimpit dengan batu besar dari ujung ke ujung. Setelah peletakan kerangka beres dan kukuh, mereka pun mengisi kerangka itu dengan batu-batu kecil sampai penuh. Piko memperhitungkan kalau yang hadir bekerja ada 30 orang, pekerjaan itu dapat selesai dalam tempo dua hari saja. Tapi ternyata mereka hanya berenam selama dua hari itu. Pada hari ketiga Piko membelalak ketika melihat ada lima orang lagi pekerja baru datang, menyeret ikatan rotan. Diam-diam mereka menjalin kerangka baru pula, dan setelah selesai dengan Piko dan lain-lain mereka menanamkan kerangka nomor dua itu ke sebelah ujung kerangka yang telah diisi. Hari keempat datang lagi tambahan sebanyak 10 orang.
Pekerjaan mengisi kerangka pun dapat dipercepat sehingga setelah lima hari bekerja air bendar sudah ada tiga kali tinggi sebelumnya. Pekerjaan berikutnya ialah memperbaiki tali bendar ke sawah-sawah. Seminggu kemudian segalanya pun beres, air melimpah-limpah dan menyembur-nyembur di mana-mana.
(Wildan Yatim dalam Ajip Rosidi, Ikhtisar Sejarah Sastra 1977: 283—285).
13 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
Selanjutnya, bersama temanmu, identifikasilah pernyataan-pernyataan yang tergolong fakta dan opini/pendapat pada teks tersebut!
No.
Fakta yang ditemukan
Opini yang ditemukan
1.
Setelah seminggu, air bendar pun berlimbah untuk mengairi sawah.
Kita harus segera memperbaiki sistem irigasi sawah kita.
2.
3.
4.
5.
Setelah selesai, tukarkanlah pekerjaanmu dengan kelompok lain dan saling mengoreksi! Bacalah kembali teks tersebut jika masih banyak jawabanmu yang salah!
2. Membedakan Fakta dan Opini
Untuk berlatih membedakan fakta dan opini, terlebih dulu kamu diajak membaca sebuah teks yang di dalamnya mengandung fakta dan opini. Untuk itu, laksanakan kegiatan berikut!
a. Membaca Tajuk Berisi Fakta dan Opini
Bacalah tajuk berikut dengan saksama!
Longsor di Pacet
Korban musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, hingga tanggal 13 Desember 2002 telah mencapai 30 orang tewas. Peristiwa ini menambah kepedihan bangsa Indonesia yang seolah-olah tak pernah lepas dari hantaman musibah. Berbagai musibah memang melanda bangsa ini. Tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya menimpa beberapa daerah di tanah air.
Dalam musibah tanah longsor di Pacet, Mojokerto, pihak Perhutani kepada salah satu stasiunTV swasta yang mewawancarainya mengatakan bahwa dalam musibah itu tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. "Sebab", katanya, "musibah di Pacet itu adalah murni musibah alam belaka yang tidak bisa diduga."
Dapatkah kita menerima penjelasan demikian itu? Dilihat secara sepintas, musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas Pacet adalah murni musibah alam. Datang tiba-tiba, tidak bisa diduga, dan tidak bisa ditolak manusia. Dengan kata lain, peristiwa itu seolah sudah menjadi takdir. Tetapi, menerima begitu saja argumen Perhutani, sama saja dengan kita tidak berterima kasih kepada Tuhan yang sudah memberikan otak dan pikiran agar bisa bernalar sehat, jernih, rasional, dan waras.
Memang benar, musibah di Pacet, Mojokerto, itu bencana alam. Tetapi jika kita cermat melihat, mengamati, dan menyimak dengan saksama kawasan hutan lindung Pacet di sekitar Pemandian Air Panas itu, akal sehat kita akan mengatakan bahwa musibah itu akibat ulah
14 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX manusia juga. Salah satu kelalaian manusia yang menyebabkan terjadinya musibah itu adalah karena mereka melanggar aturan mengenai kawasan hutan lindung.
Aturan yang berhubungan dengan kawasan hutan lindung adalah Keppres nomor 32/1990. Dalam Keppres tersebut dikatakan bahwa kawasan hutan lindung yang memiliki kemiringan 45 derajat tidak diperbolehkan ditanam pohon-pohon yang siap tebang. Kawasan Pemandian Pacet adalah kawasan yang sesuai dengan isi Keppres tersebut. Kawasan yang kemiringannya 45 derajat seperti di sekitar Pemandian Pacet tidak boleh ditanami pohon siap tebang karena pohon semacam itu pada saatnya akan ditebang juga. Bila pohon-pohon di sekitar itu ditebang, hutan di sana akan gundul, sedangkan pohon penggantinya memerlukan waktu yang lama untuk menjadi penyangga kawasan dan penahan air di daerah itu.
Lalu apa yang terjadi di Pacet? Pohon-pohon yang ditanam di sana sebagian besar adalah pinus, mahoni, dan sejenisnya, yakni pohon yang siap ditebang. Pada saat pohon itu ditebang, kawasan Pacet dengan kemiringan 45 derajat tidak memiliki penyangga untuk menahan atau mencegah longsor. Jadi, sesungguhnya longsor yang meminta korban 30 jiwa tewas sia-sia pada tanggal 11 Desember 2002 itu akibat penggundulan kawasan yang melanggar Keppres nomor 32/1990. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan.
Pelanggaran lain terhadap Keppres tersebut ialah jarak penanaman pohon siap tebang dari sungai tempat aliran. Menurut Keppres nomor 32/1990 tersebut, sampai radius 32 meter dari aliran sungai dilarang ditanam pohon yang siap tebang. Mengapa? Jika kurang dari radius 32 meter dari sungai ditanami pohon siap tebang dan suatu saat pohon itu ditebang, praktis tak ada penyangga atau penahan air yang datang dari kawasan atas yang memiliki kemiringan 45 derajat. Menurut catatan direktur Walhi Jawa Timur, Syafruddin Ngulma, di kawasan Pemandian Air Panas Pacet malah pada radius 0 meter pun sudah ditanami pohon siap tebang sejenis pinus dan mahoni.
Dengan data-data yang dikemukakan di atas, sangatlah naif jika kita mengatakan bahwa musibah tanah longsor Pacet hanya merupakan musibah yang datang tiba-tiba. Musibah itu tidak akan datang tiba-tiba apabila sebelumnya para pengelola kawasan lindung Pacet, Mojokerto, memeliharanya dengan baik.
Disadur dari Jawa Pos, 13 Desember 2002
Setelah kamu membaca tajuk tersebut, lakukan kegiatan berikut!
1) Berpasanganlah dengan temanmu untuk mendiskusikan isi tajuk dengan panduan pertanyaan berikut!
Pertanyaan:
a) Kemukakan topik utama tajuk tersebut!
b) Tentukan ide pokok paragraf ke satu tajuk tersebut!
c) Musibah tanah longsor di Pacet, Mojokerto merupakan bencana alam yang datang tiba-tiba dan dalam hal ini tidak ada pihak yang salah. Pernyataan ini termuat pada paragraf ke berapa? Siapa yang mengatakan hal itu?
15 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
d) Menurut tajuk tersebut, mengapa musibah Pemandian Air Panas Pacet dapat terjadi? Siapa yang menyimpulkan demikian?
e) Tentukan kalimat utama paragraf ke lima tajuk tersebut!
f) Tuliskan kembali kerangka bacaan tajuk tersebut!
2) Tukarkan hasil kerja kelompokmu dengan kelompok yang lain agar dapat saling mengoreksi!
3) Laporkan hasil kerjamu dalam diskusi kelas!
4) Berikan tanggapanmu terhadap hasil kerja kelompok yang dilaporkan!
b. Membuat Opini berdasarkan Isi Tajuk
Setelah kamu mendiskusikan tajuk pada pembelajaran ini, tentu kamu telah memahami isi tajuk tersebut. Bagaimana pendapatmu tentang musibah di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto? Tentu kamu juga banyak membaca, mendengar, atau mungkin menyaksikan sendiri, bahkan mungkin juga menjadi sebagian dari korban yang selamat dari suatu musibah. Memang, musibah kadang-kadang tidak dapat dihindari manusia. Tetapi, seringkali terjadinya musibah tersebut adalah akibat perilaku manusia sendiri. Demikian pula, musibah yang dikemukakan dalam tajuk “Longsor di Pacet”. Tentu kamu dapat menilai bagaimana peristiwa tragis itu bisa terjadi.
Dalam pembelajaran ini kamu dapat berlatih menyusun pernyataan yang sesuai dengan isi tajuk dan sekaligus menanggapinya secara logis. Tanggapan logis merupakan tanggapan yang didasarkan pada pemikiran sehingga dapat diterima oleh akal. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut!
1) Bentuklah kelompok yang beranggotakan 4—5 orang!
2) Bacalah kembali tajuk “Longsor di Pacet”, kemudian bersama kelompokmu buatlah pernyataan yang sesuai dengan isi tajuk tersebut!
3) Buatlah tanggapan logis dari pernyataan-penyataan yang kamu susun!
4) Laporkan hasil kerja kelompokmu dalam diskusi kelas dan mintalah kelompok lain menanggapinya!
5) Pajanglah hasil kerja kelompokmu di tempat yang telah disediakan!
Contoh pernyataan dan tanggapan:
Pernyataan : Musibah tanah longsor di Pacet menewaskan 30 orang yang sedang mandi di pemandian air panas taman rekreasi itu.Tanggapan : Musibah itu sangat memilukan. Kita perlu mengambil pelajaran dari tragedi tersebut sebab musibah itu merupakan salah satu tanda akibat kerusakan alam oleh ulah manusia.
c. Membedakan Kalimat yang Berisi Fakta dan Opini
Jika kamu cermati lebih saksama teks yang berjudul "Longsor di Pacet" tersebut, dalam setiap paragrafnya kamu dapat menemukan kalimat-kalimat yang berisi fakta dan opini. Perhatikanlah kalimat-kalimat dari paragraf satu! Ada kalimat yang berisi fakta, misalnya, Korban musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, hingga tanggal 13 Desember 2002 telah mencapai 30 orang tewas. Ada pula kalimat
16 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX yang berisi opini, misalnya, Peristiwa ini menambah kepedihan bangsa Indonesia yang seolah-olah tak pernah lepas dari hantaman musibah.
Dalam pembelajaran ini kamu akan berlatih membedakan kalimat yang berisi fakta dan kalimat yang berisi opini. Kerjakanlah sesuai dengan petunjuk berikut!
1) Diskusikan dengan temanmu kalimat yang berisi fakta dan opini! Tentukan pula kalimat yang merupakan kalimat topik dan kalimat yang merupakan kalimat penjelas!
2) Tulislah hasil diskusimu!
3) Cermatilah paragraf-paragraf yang lain dari bacaan tersebut!
4) Tentukan pula kalimat yang berisi opini penulis dan kalimat yang berisi fakta untuk mendukung opini tersebut!
5) Selesaikanlah tugas ini dengan berdiskusi di dalam kelompokmu! D. Menuliskan Kembali dengan Bahasa Sendiri Cerita Pendek yang Pernah Dibaca
Menuliskan kembali segala sesuatu yang pernah kamu baca merupakan salah satu perwujudan keterampilan menulis. Keterampilan itu dapat kamu kembangkan dengan banyak membaca, baik membaca teks narasi, persuasi, argumentasi, atau bahkan cerpen. Dengan demikian, kamu pun dapat berlatih menulis dengan cara menuliskan kembali segala sesuatu yang pernah kamu baca.
Pada pembelajaran kali ini kamu akan menuliskan kembali dengan bahasa sendiri cerpen yang pernah kamu baca. Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi alur, tokoh, dan latar cerpen, (2) mengidentifikasi ide pokok cerpen, (3) membuat kerangka cerita berdasarkan cerpen yang dibaca, (4) mengembangkan kerangka cerita menjadi cerita yang utuh, serta (5) menilai dan menyunting hasil penulisan kembali cerpen.
1. Mengidentifikasi Tokoh, Alur, Latar, dan Tema Cerita
Agar dapat menuliskan kembali dengan bahasa sendiri cerpen yang dibaca, kamu harus memahami dulu cerpen yang akan kamu tuliskan kembali. Hal itu berarti kamu harus mengidentifikasi tokoh, alur, latar, dan tema cerita tersebut.
Untuk itu, bacalah cerpen “Pada Suatu Hari” berikut dengan saksama! Identifikasilah tokoh, alur, latar, dan tema cerpen tersebut!
Agar kegiatan ini berjalan efektif, kerjakan sesuai dengan petunjuk berikut!
a. Bentuklah kelompok diskusi yang anggotanya berjumlah antara 5—6 orang!
b. Tiap anggota kelompok membaca cerpen yang berjudul “Pada Suatu Hari”.
c. Secara kelompok jawablah pertanyaan berikut!
1) Siapakah tokoh-tokoh cerita tersebut?
2) Bagaimanakah gambaran watak tokoh?
3) Bagaimana alur ceritanya?
4) Di mana dan kapan peristiwa itu terjadi?
5) Apa tema ceritanya?
d. Tiap kelompok harus menuliskan jawabannya dalam buku tugas.
e. Laporkan hasil kelompok untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok lain!
17 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
Pada Suatu Hari
(Pipiek Isfiyanti)
Hari itu hujan demikian lebat. Aku berdiri dengan tangan kulipat di dada. "Fuh, dingin banget," rutukku. Emang, hujan sore ini sedemikian dahsyatnya. Dan itu tidak masalah seandainya saat ini aku berada di rumah, di depan pesawat televisi sembari menyeruput secangkir coklat hangat. Uh, sedapnya, bayangku sembari menelan air liur. Tapi, ini? Di depan halte bus yang dingin, becek, basah lagi.
Sebenarnya salahku juga, sih, mengapa tidak dengerin Mami yang melarang aku berangkat les bahasa Inggris sore ini.
"Enggak usah berangkat dululah, Fi, kayaknya mendung segini tebal. Entar sore pasti hujan lebat. Kamu lagi gak enak badan gitu, kok,"kata-kata Mami tadi jadi terngiang dalam benakku.
Tapi, aku cuek saja, tetap berangkat les karena memang ini sore jadwal conversation. Dan, aku paling suka itu.
"Alah, nggak apa-apa, Mi, kan pulangnya bisa numpang Anjar. Enggak usah susah-susah," balasku pede.
Dan kenyataannya? Si Anjar, teman sekelasku yang rumahnya satu jurusan tidak masuk. Yah, dan sore ini, di halte ini, aku meringkuk sendirian.
"Eh, Fifi ya?" sebuah suara berat ngagetin aku. Seketika aku melonjak. Dan wow. Tuhan memang Maha Adil.
Di depanku sudah berdiri Aryo, cowok keren temen sekelasku. Rambut dan tubuhnya basah karena air hujan. Heran, dalam keadaan begini, Aryo tambah macho saja. Aku gelagepan, tidak tahu mesti bilang apa. Karena Aryo, cowok yang dengan diam-diam kusimpan rapat dalam hatiku menjadi satu obsesi yang tidak tahu kapan hilangnya. Tragisnya, cinta pertama ini terpaksa harus kandas di tengah jalan karena Aryo sudah punya gacoan. Mauris, anak kelas sebelah yang punya segalanya. Cantik, pintar, dan bokapnya the have. Dan, aku mesti menelan kekecewaan ini sendiri, menyimpan rapat dalam hati, menyembunyikannya, bahkan kalau mungkin menghilangkan sama sekali dari memoriku. Dan, aku sedang berusaha untuk itu.
"Fi, dari mana?" tanya Aryo kalem.
Bah, cowok ini memang punya segala elemen yang membuat cewek kembang kempis, cakep, pintar, ramah, dan baik hati. Pokoknya, hampir sempurna, deh. Hanya satu kekurangannya, dia tidak mau milih aku buat dijadiin ceweknya. Itu aja.
"Dari les tadi. Kamu?" jawabku enteng.
Aku mencoba menetralkan bak bik buk dalam dadaku. Ya, tidak ada seorang pun yang boleh tahu akan perasaan ini. Tidak seorang pun, termasuk Aryo. Padahal, doi persis satu bangku di belakangku.Aryo juga satu kelompok belajar denganku, sama-sama tim redaksi majalah dinding, bareng di teater sekolah, dan sama-sama pengurus OSIS.
"Nih, cari Hidup Matinya Sang Pengarang-nya Toety Heraty," katanya sembari menunjukkan buku hitam dan tebal itu.
Aku melonjak, itu buku yang pingin kubeli, tapi belum sempet-sempet juga.
"Wah, boleh pinjam nih?" kataku berusaha menetralisasi perasaanku yang semakin tidak menentu ini.
Aryo tersenyum, dan di luar dugaan, ia mengangguk. "Boleh, kamu baca aja dulu. Soalnya masih ada buku yang harus kuselesein, kok" katanya ramah.
Dan, yang namanya getar di hati ini tidak malah sirna, tapi malah semakin membara. Seperti juga hujan di depanku, tiba-tiba aku menjadi pingin hujan ini tidak bakalan reda supaya hari ini aku lebih lama bersama Aryo. Ya setidaknya hanya hari ini.
18 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX "Waduh, hujannya miring ke sini Fi, pindah yuk," ajak Aryo sembari menggamit pundakku.
Aku terkesiap. Lalu kami berdua mojok di sudut halte. Saat itu rasanya hujan sedemikian berwarna, merah, hijau, biru, dan jingga seperti rasa yang mengaduk-ngaduk hatiku.
Ah Aryo, mengapa sih aku mesti suka sama kamu, padahal jelas-jelas kamu pacaran sama Mauris. Tapi, pesonamu itu tidak bakalan sirna hanya gara-gara kamu sudah punya pacar. Dan, aku yakin kok, kalau tidak cuma aku saja yang mimpi, tapi banyak cewek di sekolah yang naksir si Aryo.
Dan, hari ini aku ada di sampingnya. Di saat hujan lagi. Berdampingan dengannya. Tentu tidak semua cewek seberuntung aku, selain pacar Aryo tentunya. Aku nikmati betul saat-saat ini, biar sehabis ini aku mungkin tidak pernah lagi merasakan saat-saat seperti ini. Tapi, bagiku saat ini Tuhan lagi ngasih hadiah buatku. Dipertemukannya aku dengan Aryo. Dibiarkannya aku mencoba mereka-reka mimpi sendiri. Biarpun aku tahu semua itu semu.
"Hujan mulai reda Fi, kita pulang yuk!" kata Aryo tiba-tiba.
Aku gelagapan. Sungguh, kalau boleh aku meminta pada-Mu Tuhan, biarlah hujan hari ini terus turun sampai nanti malam. Bahkan, sampai besok atau sampai satu tahun lagi. Hi........hi.......hi......aku tertawa dalam hati. Konyol sekali. Dan, sekaligus aku rutuki diriku sendiri. Dasar pemimpi.
Aryo kembali mengajakku. Dan, aku susuri jalan berdua dengannya hingga kami harus berpisah karena Aryo berbeda jurusan angkota denganku.
"Sampai ketemu di sekolah, ya Fi," katanya lembut.
Sebenarnya sih kata-kata biasa, kayak kalau si Anjar, si Budi ketua kelas, Rofik, Bagas, dan yang lainnya ngomong ke aku. Tapi herannya, mengapa kalau si Aryo yang ngomong bisa melambungkan anganku. Aku tersenyum dikulum.
Payah, jangan sampai Aryo tahu hatiku. Kalau Aryo mengerti, bisa berabe. Aku tidak bakalan lagi leluasa dengannya, seperti hari ini, ya hari ini. Suatu hari sepanjang hidupku. Di mana aku bisa ber-happy-happy, biar hanya sejenak. Setelah itu, toh aku harus kembali ke alam nyata. Bahwa Aryo tidak bakalan suka denganku. Aryo sudah milik Mauris, yang tentu punya lebih segalanya jika dibandingkan denganku. Ya, ya terkadang cinta memang tidak harus dikatakan. Dan, cintaku ini bakal aku simpan dalam hati. Menemani hari-hariku dan semoga bisa menjadi semangatku dalam belajar dan berkarya, seperti selama ini aku lakukan. Berkarya dan berkarya tiada henti. Menulis di majalah remaja tiada henti, bermain teater dengan sungguh-sungguh.
Dikutip dari Antologi Cerpen Remaja Bola Salju di Hati Ibu
2. Membuat Kerangka Cerita Berdasarkan Cerpen yang Dibaca
Setelah mengidentifikasi unsur cerita yang meliputi tokoh, alur, latar, dan tema cerita berarti kamu telah memahami cerita yang akan kamu tuliskan kembali.
Selanjutnya, berdasarkan pemahamanmu terhadap cerpen “Pada Suatu Hari” tersebut, secara individual buatlah kerangka ceritanya. Kerangka cerita memuat urutan pokok-pokok peristiwa yang menunjukkan urutan penyajian peristiwa dalam cerita yang akan kamu tulis. Karena cerpen “Pada Suatu Hari” menjadi dasar penulisan ceritamu, penyusunan kerangka juga harus mengacu pada cerpen itu.
19 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
3. Mengembangkan Kerangka Menjadi Cerita yang Utuh
Berikut ini kamu akan berlatih untuk menuliskan kembali cerpen yang kamu baca. Bersama kelompokmu, kamu sudah mengidentifikasi tokoh, alur, latar, dan tema cerita. Kamu juga sudah membuat kerangka cerita. Saatnya kini kamu mengembangkan cerita.
Berdasarkan kerangka cerita yang telah kamu buat, buatlah cerita sesuai dengan versimu sendiri! Kamu harus mengembangkan setiap peristiwa dalam kerangka cerita. Ingatlah, kamu harus menuliskan kembali cerpen itu dengan bahasamu sendiri, dengan gayamu sendiri, tetapi tetap pada rambu-rambu cerpen yang asli! Jika perlu, di samping menggunakan narasi, gunakan juga dialog agar cerita menjadi lebih menarik!
4. Menilai dan Menyunting Hasil Penulisan Kembali Cerpen
Untuk mengetahui hasil pekerjaanmu, lakukan kegiatan berikut!
a. Tukarkanlah cerita yang kamu buat dengan cerita milik temanmu!
b. Berikan komentar dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangan karya temanmu itu!
c. Nilailah berdasarkan rambu-rambu penilaian berikut!
No.
Aspek Penilaian
Skor
Maksimal
Skor
yang Diberikan
1.
Pengembangan cerita (tokoh, alur, latar) sesuai dengan cerita yang ditulis kembali.
20
2.
Pengembangan cerita sesuai dengan kerangka cerita yang sudah dibuat.
20
3.
Pengembangan alur cerita menarik dan runtut.
20
4.
Penggunaan bahasa sesuai dengan suasana cerita.
20
5.
Penggunaan dialog sesuai dengan keperluan cerita.
20
Jumlah Skor
100
a. Setelah dinilai, kembalikan hasil tulisan temanmu!
b. Berdasarkan hasil komentar dan penilaian temanmu, suntinglah cerpen hasil penulisan kembali itu! Perhatikan, mungkin ada bagian-bagian alur yang hilang, ada tokoh-tokoh yang kurang sesuai dengan tokoh dalam cerpen yang asli, atau mungkin bahasanya perlu kamu perbaiki!
c. Jika sudah selesai, tempelkan hasil pekerjaanmu di kelas! Biarkan teman-temanmu membacanya. Kamu juga harus melihat hasil kerja temanmu.
20 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX Pada Unit 1 kamu telah belajar menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi/siaran radio, melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan kalimat jelas, membedakan fakta dan opini melalui membaca intensif, dan menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca. Pada pembelajaran menyimpulkan dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi/siaran radio, kamu telah belajar (1) mencatat hal-hal penting dalam dialog di radio atau televisi, (2) menyimpilkan isi dialog, dan (3) menyatakan informasi yang tersurat dan tersirat dalam dialog. Pada pembelajaran melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan kalimat yang jelas, kamu telah belajar (1) mendeskripsikan kejadian/peristiwa yang akan dilaporkan, (2) melaporkan secara lisan peristiwa yang diamati, dan (3) melaporkan serta menanggapi peristiwa dalam bacaan. Pada pembelajaran membedakan fakta dan opini melalui membaca intensif, kamu telah belajar (1) mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks, serta (2) membedakan fakta dan opini. Pada pembelajaran menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca, kamu telah belajar (1) mengidentifikasi tokoh, alur, dan latar cerpen, (2) mengidentifikasi ide pokok cerpen, (3) membuat kerangka cerita berdasarkan cerpen yang dibaca, (4) mengembangkan kerangka cerita menjadi cerita yang utuh, dan (5) menilai dan menyunting hasil penulisan kembali cerpen.
Rangkuman
Evaluasi
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Perhatikan kutipan berikut!
Memang benar, musibah di Pecet Mojokerto, itu bencana alam. Akan tetapi, jika kita cermat melihat, mengamati, dan menyimak dengan saksama, kawasan hutan lindung Pacet di sekitar Pemandian Air Panas itu, akal sehat kita akan mengatakan bahwa musibah itu akibat ulah manusia juga.
Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ….
A. Penulis setuju bahwa musibah di Pacet terjadi bukan karena kesalahan manusia.
B. Penulis berpendapat bahwa musibah di Pacet adalah peristiwa alam.
C. Menurut penulis, musibah di Pacet itu tidak bisa dihindari.
D. Menurut penulis, manusialah penyebab terjadinya musibah di Pacet.
2. Perhatikan kutipan berikut!
Lalu apa yang terjadi di Pacet? Pohon-pohon yang ditanam di sana sebagian besar adalah pinus, mahoni, dan sejenisnya, yakni pohon yang siap tebang. Pada saat pohon itu ditebang, kawasan Pacet dengan kemiringan 45 derajat tidak memiliki penyangga untuk menahan atau mencegah longsor. Jadi, sesungguhnya longsor yang meminta korban 30 jiwa tewas sia-sia pada tanggal 11 Desember 2002 itu akibat penggundulan kawasan yang melanggar Keppres nomnor 32/1990. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan.
21 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
Yang bukan merupakan fakta adalah ….
A. Pohon yang ditanam di Pacet antara lain pinus dan mahoni.
B. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan.
C. Pohon yang ditanam di sana adalah pohon yang siap ditebang.
D. Bencana Pacet itu menelan korban 30 jiwa tewas.
3. Kalimat laporan yang tidak jelas karena bermakna ganda adalah …
A. Peristiwa kebakaran hutan terbesar itu sempat membuat panik penduduk.
B. Kebakaran hutan itu terjadi kemarin malam ketika semua orang tidur nyenyak.
C. Puluhan warga berlarian keluar rumah lantaran mendengar dentuman yang sangat keras.
D. Banyak warga yang panik melihat kobaran api yang kian membesar.
4. Yang tidak sesuai dengan deskripsi peristiwa yang akan dilaporkan adalah.....
A. Peristiwa itu terjadi pada saat para penduduk sedang tidur lelap.
B. Menurut saya, peristiwa itu sangat memilukan.
C. Penduduk berlarian mencari tempat yang aman.
D. Peristiwa bencana alam itu terjadi di kawasan hutan lindung.
5. Perhatikan dialog berikut!
Pewawancara : Mengapa penduduk di sini enggan menggunakan air PDAM?
Narasumber : Air PDAM banyak mengandung kadar besi. Jika terjadi musim hujan air PDAM berbau. Terlebih lagi jika hujan cukup deras, bau besi cukup menyengat dari air PDAM. Kalau sudah demikian, kami memilih menggunakan air sumur, atau membeli air untuk kebutuhan konsumsi daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Informasi tersirat yang dapat disimpulkan dari jawaban narasumber adalah …
A. Penduduk enggan menggunakan air PDAM karena air PDAM warnanya kuning.
B. Penduduk lebih memilih menggunakan air sumur daripada air PDAM.
C. Menurut narasumber, air sumur lebih sehat daripada air PDAM.
D. Penduduk enggan menggunakan air PDAM karena takut kesehatannya terganggu.
6. Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Piko menganjurkan orang-orang sedusunnya untuk bekerja gotong royong memperbaiki bandar yang sudah lama tidak cukup mengairi sawah-sawah di desa itu. Walaupun semua penduduk desa sudah menyatakan kesepakatannya, ternyata pada saat mulai bekerja hanya ada enam orang yang mengikuti Piko. Dengan tabah ia meneruskan pekerjaan itu. Karena ketekunan itu, orang-orang perlahan-lahan menyadari kelalaiannya dan akhirnya menggabungkan diri dengan Piko.
Jika akan menuliskan kembali cerpen tersebut, kamu akan menggambarkan watak Piko sebagai seorang yang ….
A. sabar
B. pemarah
C. bijaksana
D. dermawan
22 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
B. Kerjakan tugas berikut!
1. Dengarkan dialog interaktif yang disiarkan melalui radio! Catatlah hal-hal yang penting dari dialog tersebut, kemudian tulislah simpulan isi dialog! Simpulan yang kamu buat hendaknya sesuai dengan pendapat narasumber dan bersifat menyeluruh. Di samping itu, simpulan hendaknya kamu tulis dengan bahasa yang efektif!
2. Pilihlah sebuah cerpen yang kamu sukai! Berdasarkan cerpen yang kamu pilih itu, tulislah sebuah cerpen! Kamu harus menuliskannya dengan bahasa dan gayamu sendiri! Akan tetapi, cerpen yang kamu buat itu pengembangannya harus kamu sesuaikan dengan cerpen yang kamu pilih.
Setelah berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai. Ungkapkan pula kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan. Untuk itu, berikanlah tanda cek (√) pada panduan berikut!
No.
Pertanyaan Pemandu
Ya
Tidak
1.
Saya dapat menyimpulkan isi dialog interaktif pada tayangan televisi dan siaran radio.
2.
Saya dapat menyatakan informasi yang tersirat dalam dialog.
3.
Saya senang dapat menemukan informasi penting dari dialog interaktif di TV yang saya saksikan.
4.
Saya dapat melaporkan secara lisan peristiwa yang pernah saya jumpai dengan baik.
5.
Saya senang dapat melaporkan yang saya jumpai kepada teman-teman saya.
6.
Saya dapat menulis cerita pendek berdasarkan cerita pendek yang saya baca.
7.
Saya senang dapat menulis cerita pendek

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar